Logo Shopkey
Negosiasi.

Contoh Lobi dan Negosiasi Bisnis Beserta Tipsnya

Sebuah bisnis tentunya tidak bisa berdiri sendiri. Bisnis atau perusahaan membutuhkan kerja sama antara berbagai pihak supaya dapat beroperasi dengan lancar. Beberapa pihak tersebut tidak hanya konsumen dan karyawan, tetapi juga pihak luar yang berkepentingan, seperti investor, pemerintah, hingga masyarakat luas. 

Untuk menyatukan pendapat semua pihak yang disebut dengan stakeholder ini, tentunya diperlukan kemampuan komunikasi dan strategi lobbying yang bagus. Sebab, setiap pihak tentunya memiliki kepentingan masing-masing yang mana kepentingan tersebut bisa jadi tidak sejalan dengan misi bisnis yang Anda operasikan. 

Lantas, bagaimana cara melobi dan melakukan negosiasi bisnis yang baik? Simak contoh dan tipsnya berikut ini:

Maksud dan Tujuan Negosiasi

Tidak hanya berfungsi untuk mempengaruhi pendapat stakeholder supaya sesuai dengan misi perusahaan, fungsi dari lobbying dan negosiasi juga termasuk:

  1. Mencari masukan dari stakeholder. Masukan, entah itu saran, kesan maupun wawasan kemudian dapat ditafsirkan menjadi kebijakan perusahaan.
  2. Dalam konteks lobi kepada pemerintah, kegiatan ini juga dapat dilakukan untuk mengetahui perkiraan hukum yang akan berlaku, sehingga perusahaan dapat melakukan kebijakan yang sesuai dengan hukum tersebut atau memberikan masukan yang diperlukan kepada pemerintah. 
  3. Mengkomunikasikan misi dan tujuan perusahaan kepada stakeholder

Lobi umumnya dilaksanakan secara informal dengan waktu dan tempat yang fleksibel. Namun, pada dasarnya kegiatan lobi dan negosiasi menuntut pihak pelobi untuk aktif berkomunikasi dengan pihak yang dilobi. Bahkan kalau perlu, pihak pelobi menggunakan pihak ketiga sebagai mediator.

Negosiasi serta lobi merupakan hal krusial pendukung keberhasilan usaha.

Contoh Lobi dan Negosiasi Bisnis

Lobi dan negosiasi bisnis dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan tokoh atau figur penting dari stakeholder sasaran untuk membangun opini dari stakeholder sasaran tersebut. Misalnya, banyak tokoh politik Indonesia yang mendatangi pesantren-pesantren tertentu menjelang pemilu demi mendapat dukungan dari kalangan pelajar agama Islam. 

Contoh lainnya adalah perusahaan berdiskusi dengan tokoh adat masyarakat setempat. Tujuannya adalah selain untuk mendapatkan izin membangun bisnis di lokasi mereka, juga untuk mendapatkan masukan mengenai bagaimana membangun bisnis tersebut supaya masyarakat setempat tetap setuju. 

Selain itu, lobi juga dapat dilaksanakan dengan cara menempatkan perwakilan di kalangan stakeholder tertentu. Misalnya, sebuah perusahaan film menempatkan wakilnya di lembaga sensor film. Tujuannya adalah supaya perwakilan tersebut dapat menyuarakan masukan-masukan dari perusahaan produsen film tersebut kepada lembaga sensor dan sebaliknya.

Negosiasi bisnis.

Seperti yang telah disebutkan di atas, lobi juga bisa menggunakan pihak ketiga sebagai mediator. Contohnya adalah kesepakatan damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 2005. Kesepakatan yang ditandatangani oleh dua pihak yang bertikai selama puluhan tahun tersebut dimediasi oleh Martti Oiva Kalevi Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia, sekaligus direktur Crisis Management Initiative. 

Tips Melakukan Lobi dan Negosiasi Yang Baik

1. Menentukan lawan dan kawan

Sebelum melakukan lobi kepada pemerintah maupun pihak lain, sebaiknya Anda mengidentifikasi terlebih dahulu siapa pihak yang berpeluang menjadi lawan Anda dan siapa pihak yang berpeluang menjadi kawan Anda. Tujuannya adalah supaya Anda dapat menentukan strategi lobi yang tepat guna. 

Dalam konteks lobi pemerintahan, pihak yang berpeluang menjadi kawan Anda, dapat Anda kumpulkan untuk membentuk koalisi. Misalnya, perusahaan Anda bergerak di bidang ekspor dan ingin menurunkan bea ekspor karena masalah pandemi. Anda bisa mengajak perusahaan lain di bidang yang sama untuk melobi pemerintah supaya ada keringanan cukai. 

2. Tentukan tujuan yang jelas

Setelah mengidentifikasi siapa lawan dan siapa kawan, Anda bisa menentukan apa tujuan dan target yang ingin Anda capai dengan adanya lobi tersebut atau dengan adanya koalisi tersebut? Adanya tujuan dan target yang jelas akan memudahkan Anda untuk mengkomunikasikan visi dan misi kepada perusahaan lain yang berpotensi menjadi kawan dan memudahkan Anda untuk melakukan evaluasi.

3. Pastikan etika komunikasi yang baik

Wanita melakukan lobby.

Meskipun waktu dan tempat untuk melakukan lobi relatif fleksibel, namun Anda sebagai pelobi juga harus tahu etika dasar komunikasi. Misalnya, dengan tidak mengirim email, menelpon atau mengirim pesan di luar jam kerja. Pastikan juga isi pesan tersebut disampaikan dengan sopan dan tersusun dengan baik. 

Saat melobi orang penting, pastikan juga Anda memesan tempat yang berkualitas baik juga, misalnya restoran fine dining. Tentu saja tidak cocok rasanya jika melobi pejabat pemerintah tapi di restoran fast food?. Usahakan juga Anda sampai ke tempat tersebut tepat waktu, atau kalau tidak bisa tepat waktu dan bahkan batal, berikan pemberitahuan sedini mungkin. 

Ketika sudah sampai ke tempat yang dijanjikan, pastikan Anda memakai pakaian yang pas. Misalnya, dengan tuxedo dan pantofel. Sekali lagi, tidak ada ketentuan resmi mengenai pakaian dan lain sebagainya, namun tetap saja pakaian dan lokasi lobi secara tidak langsung mewakili sopan santun Anda. 

4. Kuasai skill komunikasi yang baik

Tidak hanya tempat dan pakaian, skill komunikasi seorang pelobi, negosiator, public relation atau marketing juga harus diasah dengan baik. Adapun yang dimaksud dengan skill komunikasi disini tidak hanya skill komunikasi verbal, tetapi juga komunikasi non verbal. 

Skill komunikasi verbal yang baik itu, seperti tidak memotong pembicaraan stakeholder, mampu menggiring topik pembicaraan ke topik yang diinginkan, mampu mempengaruhi pendapat stakeholder dengan kata-kata halus dan tanpa memaksa dan lain sebagainya. Adapun komunikasi non verbal termasuk, bahasa tubuh yang Anda gunakan saat berbicara, pandangan mata Anda kepada stakeholder, penggunaan senyum dan gesture tubuh yang pas dan banyak lainnya. 

Meskipun tampak sederhana, namun kemampuan komunikasi ini perlu dibangun dengan baik untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan. Tentu tidak sedikit perusahaan yang gagal mencapai tujuannya hanya karena pelobi tidak memiliki skill komunikasi yang baik. 

5. Memanfaatkan media massa

Apabila Anda ingin melobi stakeholder dalam skala besar, seperti masyarakat luas atau investor publik, maka Anda bisa melobi pihak media massa terlebih dahulu. Di masa yang serba canggih seperti saat ini, komunikasi secara langsung antara perusahaan dan masyarakat luas memang bisa dilakukan melalui website dan media sosial perusahaan, namun Anda tidak bisa mengabaikan peran media massa pada umumnya, sebab seringkali demografi masyarakat yang dicakup oleh media massa tersebut berbeda dengan demografi masyarakat yang dijangkau oleh perusahaan melalui media sosial maupun website. 

Dalam hal ini, perusahaan Anda bisa melakukan press release dengan mengundang media-media yang telah Anda pilih. Jangan lupa, susun kata-kata yang harus disampaikan dalam press conference tersebut, supaya informasi yang sampai ke publik sesuai dengan yang Anda inginkan. Selain itu, jangan lupa juga pilih tempat yang sesuai untuk melakukan kegiatan ini. Sebab, meskipun bukan target sasaran informasi secara langsung, namun media juga berperan penting dalam pembentukan opini publik terhadap perusahaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadi, sudah siap memulai lembaran baru bisnis online kamu?

Mau Dapat News Letter Terbaru?

Bergabunglah dengan ribuan UMKM Indonesia meningkatkan penjualan dengan aplikasi dan tips dari Shopkey!

Note: Kami tidak menjual atau membagikan informasi anda kepada siapapun