Logo Shopkey
makanan pedas

25+ Ide Nama Usaha Makanan Pedas, Kekinian dan Aesthetic

Makanan pedas sejak dulu tidak pernah sepi peminat karena sebagian besar masyarakat di Indonesia sangat gemar makan makanan pedas. Peluang bisnis untuk membuka usaha makanan pedas pun terbuka lebar, jadi jika ingin membuka bisnis tersebut sudah seharusnya mulai mempersiapkannya dari awal, khususnya nama usaha.

Nama usaha merupakan media untuk melakukan branding ke publik, sehingga sebaiknya menggunakan kata-kata yang unik, menarik, serta mudah diingat. Lihat beberapa contoh ide nama usaha makanan pedas yang kekinian dan aesthetic!

Daftar Ide Nama Usaha Makanan Pedas

Membuat nama usaha untuk makanan pedas memang bukanlah hal mudah karena perlu memikirkan perpaduan kata-kata yang pas supaya mudah diingat, dieja, serta diucapkan. Banyaknya orang yang membuka bisnis serupa, penting sekali untuk membuat nama yang tidak sama persis agar tidak dianggap plagiat.

Asam pedas patin.

Bingung memilih nama brand untuk berbagai sajian pedas? Simak daftar ide nama usaha makanan pedas berikut yang kekinian dan mudah diingat!

Contoh nama usaha ayam geprek/ayam penyet

  • Geprek Molor
  • Geprek 88
  • Penyetan Mbah Ijo
  • Penyetan Pedes Nampol
  • Geprekan Abang Ijo
  • Warung Lauk Penyet

Contoh nama usaha seblak

  • Seblak Gahar
  • Super Seblak Panas
  • Seblak Bowl
  • Makan Seblak!
  • Seblak Garing Teh Anya
  • Seblak Sunda Pride

Contoh nama usaha mie pedas

  • Mie Cabee
  • Level Up Noodles
  • Chilli Noodie
  • Hothot Noodle
  • Mie Pedes Ndower
  • Mie Cabe Gledek

Contoh nama usaha makaroni pedas

  • Makaroni Meler
  • Makaroni PedesWOW
  • Hot Chilli Macaroni
  • Macaroni McRony
  • Makaroni Huah
  • Macaroni in The Box

Contoh nama lainnya

  • Cabein Aja!
  • Garingan Cabe
  • Dakbal Hot (makanan Korea)
  • Bakso Granat Mang Ujang
  • Pedesan Lovers
  • Aneka Sambal Nusantara
  • Sambal Mendunia
  • Kepedesan!
  • Chili Factory

Cara Memilih Nama Usaha Makanan Pedas

Itulah beberapa ide nama usaha kuliner pedas kekinian yang dapat dijadikan referensi. Anda dapat mengubahnya sesuai kebutuhan ataupun mencari penggunaan kata-kata lainnya supaya lebih menarik. 

Selain disarankan untuk membuat nama brand kuliner pedas yang mudah diingat, juga penting sekali jika nama tersebut juga mempunyai makna. Hal ini bertujuan agar orang lain yang melihat tahu apa saja produk yang dijual di tempat kuliner milik Anda. Begini cara membuat nama usaha makanan pedas yang menarik, kekinian sekaligus mudah diingat oleh banyak orang!

1. Mudah dibaca, dieja, dan diingat

Dalam membuat nama usaha makanan pedas, sudah seharusnya nama brand tersebut gampang saat dieja, dibaca, maupun diingat. Bayangkan jika Anda membuat brand dengan kata-kata sulit, orang lain pun kesusahan untuk sekedar mengejanya, apalagi mengingatnya, bukan? Misalnya membuat brand “AHLSG (Aneka Hidangan Laut dan Spesial Gurita) Pedas”, meskipun kelihatannya unik tetapi cukup sulit dieja, apalagi diingat.

Bukannya tak disarankan memakai singkatan untuk menjabarkan menu di tempat makan Anda, tetapi terapkanlah pemilihan kata yang meskipun dibuat akronim maupun disingkat tetap tidak menyusahkan ketika dibaca.

Ketika suatu tempat kuliner namanya mudah diingat, hal ini tentu akan membantu meningkatkan brand awareness, sehingga pasti lebih banyak orang tertarik untuk berkunjung. Ini pun berlaku jika membuat username sosial media, sebaiknya tidak menggunakan kata-kata yang rumit atau terlalu banyak angka.

Nama makanan pun sebaiknya berbeda dari nama CV atau badan hukum yang menaungi perusahaan Anda.

2. Ada unsur makanan yang dijual

Selain soal pemilihan nama brand yang mudah diingat, tak ada salahnya menambahkan unsur hidangan pedas yang dijual. Adanya unsur tersebut membuat masyarakat tahu produk apa yang dijual di sana, sehingga mereka tidak perlu menerka-nerka karena sudah jelas terpampang. Hal ini dapat diperkuat dengan menambahkan gambar produk menarik pada desain logonya.

Mie pedas Aceh.

Contoh nama usaha untuk brand kuliner pedas yang menarik dan mengandung unsur makanan tersebut, misalnya Mie Cabe Gledek. Orang-orang pasti tahu jika di tempat tersebut menjual mie pedas yang kemungkinan beraneka level atau tingkat kepedasan. Meskipun menambahkan jenis produk pada sebuah brand bukanlah hal wajib, namun cukup bagus untuk memberikan informasi jelas kepada publik.

3. Memakai bahasa daerah

Memakai bahasa daerah untuk membuat nama brand makanan pedas tak kalah menarik, apalagi jika dipadukan dengan jenis cemilan yang dijual. Memadukan bahasa daerah ke dalam brand dapat membuatnya terlihat menarik, unik, serta autentik. Sehingga, brand awareness pun dapat meningkat, contohnya Mie Pedes Ndower.

Pada brand kuliner Mie Pedes Ndower, bahasa daerah (bahasa Jawa) yang terlihat adalah dari kata ‘Ndower’ yang artinya bibir melepuh kepanasan karena rasa pedas. Meskipun kedengarannya memang terlalu berlebihan, namun menggunakan kata ‘Ndower’ pada makanan pedas masih cukup menarik karena benar-benar menunjukkan bahwa hidangan mie tersebut memang enak dan pedas.

4. Memakai bahasa gaul atau bahasa asing

Selain bahasa daerah, memakai bahasa asing untuk membuat nama usaha kuliner pedas adalah cara yang juga menarik. Penggunaan bahasa asing membuat brand tersebut terlihat keren sekaligus membuatnya terdengar kekinian ketika diucapkan. Misalnya mengganti kata ‘Cabai’ ke bahasa asing menjadi ‘Chili’, dan sebagainya.

Contoh nama brand makanan pedas yang memakai bahasa gaul atau bahasa asing, yaitu Level Up Noodles dan Cabein Aja! Keduanya ketika diucapkan terdengar cukup keren, jadi dapat dikatakan bahwa nilai estetikanya pun ada.

Jika Anda memilih untuk jualan melalui warung makan pinggir jalan, hindari menggunakan bahasa asing yang tidak merakyat.

5. Menyisipkan nama pemilik usaha

Masih bingung bagaimana cara menentukan nama usaha makanan pedas selain yang telah disebutkan sebelumnya? Tak ada salahnya menyisipkan nama si pemilik usaha pada brand untuk membedakan produk Anda dengan kompetitor. Selain terdengar unik, juga membuat produk kuliner Anda mempunyai ciri khas sendiri dibandingkan lainnya.

Contohnya seperti Penyetan Mbah Ijo yang artinya menjual aneka penyetan dipenyet dengan sambal ijo khas si Mbah Ijo. Adapun brand Macaroni McRony juga termasuk menarik, sebab sekilas terdengar seperti nama yang berulang, padahal itu adalah produk makaroni yang dijual oleh seseorang bernama Rony.

6. Jelas dan punya makna

Hal paling penting lainnya untuk diperhatikan saat membuat nama usaha, yaitu harus jelas dan memiliki makna. Namun akan lebih baik apabila tak mencantumkan kata bermakna negatif pada brand, misalnya kata ‘Tolol’, ‘Goblok’, ‘Setan’, ataupun kata makian dan unsur negatif lainnya. 

Meskipun menjual produk makanan pedas, bukan berarti boleh menggunakan unsur makian atau kata kasar sebagai nama brand. Selain mengundang persepsi negatif di masyarakat, juga kemungkinan besar akan susah memperoleh sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Pernyataan ini sudah dijelaskan pada situs BP Laywers tentang nama produk yang tidak akan lolos sertifikasi halal MUI. Lebih baik gunakanlah nama yang tak mengandung arti negatif, tetapi jelas dan mempunyai makna

7. Mencantumkan angka

Sama seperti menyisipkan nama pemilik usaha, mencantumkan angka pada nama brand dapat dijadikan sebagai pembeda antara produk Anda dengan kompetitor lainnya. Menambahkan angka juga bisa bermakna keberuntungan, misalnya 8 dan 9.

Contoh nama brand dengan menambahkan angka, misalnya Ayam Geprek88. Menyisipkan angka juga boleh dari tahun berdirinya usaha kuliner tersebut, tanggal kelahiran pemilik bisnis, dan sebagainya sesuai keinginan.

Ide nama usaha makanan pedas kekinian di atas dapat dijadikan referensi jika bingung membuat nama yang pas dan menarik. Terapkan pula tipsnya untuk mempermudah Anda saat membuatnya. Bukan hanya pemilihan nama, perhatikan juga faktor penentu harga jual makanan agar bisnis memperoleh keuntungan yang sesuai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadi, sudah siap memulai lembaran baru bisnis online kamu?

Mau Dapat News Letter Terbaru?

Bergabunglah dengan ribuan UMKM Indonesia meningkatkan penjualan dengan aplikasi dan tips dari Shopkey!

Note: Kami tidak menjual atau membagikan informasi anda kepada siapapun