Logo Shopkey
boba aneka rasa

Risiko Usaha Minuman Boba dan Cara Mengatasinya

Dalam beberapa tahun ini usaha minuman boba sedang menjadi trend di Indonesia. Rasanya yang manis dan segar, serta adanya boba di atasnya membuat minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga bisa membuat pelanggan merasa kenyang. 

Namun demikian, sebagai pengusaha Anda perlu mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari membuka bisnis yang satu ini. Pasalnya, kelebihan dan kekurangan tersebut akan membantu Anda untuk menentukan strategi produksi dan pemasaran yang pas. Berikut ini beberapa kekurangan atau risiko usaha minuman boba dan cara mengatasinya:

1. Risiko Penurunan Kualitas Produk

Umumnya usaha boba dibangun menggunakan sistem franchise atau waralaba dari sebuah brand besar. Ini artinya, Anda membeli lisensi dan berbagai kebutuhan operasional bisnis ini dari produsen boba tersebut secara langsung. 

Kelebihannya adalah, Anda akan mendapatkan berbagai bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan bisnis ini. Selain itu, biasanya brand boba tersebut juga merupakan brand ternama sehingga memiliki basis konsumen tersendiri. 

Kekurangannya adalah adanya kemungkinan penurunan kualitas produk yang disediakan oleh perusahaan brand, entah itu karena kadaluarsa, ganti bahan atau yang lainnya. Sebagai seorang franchisee (pihak yang menerima waralaba), Anda tidak bisa seenaknya mengubah bahan produk. Padahal, penurunan kualitas bahan produk dapat mengakibatkan masalah pada rasa dan bisa jadi juga kesehatan konsumen. 

Oleh sebab itu sebelum membuka bisnis ini, pastikan Anda memilih franchisor (pihak pemberi waralaba atau brand) yang memiliki produk yang sudah memiliki sertifikasi dari BPOM. Selain itu, pastikan juga franchisor menerima pengembalian (retur) produk yang rusak, sehingga ketika ada produk rusak sampai ke tangan Anda, Anda dapat mengembalikannya kepada franchisor dengan tanpa harus merugi. 

2. Minimnya inovasi

Risiko lain bergabung dengan perusahaan franchise minuman boba adalah minimnya inovasi yang bisa dilakukan oleh franchisee. Seperti yang disebutkan di atas, hal ini karena franchisee tidak bisa dengan mudah mengubah bahan untuk minuman ini. Perbedaannya hanya ada di kemasan dan label minuman.

Minimnya inovasi ini lambat laun akan membuat gerai franchisee sepi dari pembeli karena dirasa tidak memiliki keunggulan dibandingkan dengan gerai minuman boba yang lain.

Aneka boba.

Salah satu solusi yang bisa Anda coba untuk mengatasi hal ini adalah dengan penggabungan usaha boba tersebut dengan jualan minuman lain yang lebih umum, seperti es teh atau es jeruk dan digabung dengan snack. Dengan demikian, pembeli bisa datang ke tempat Anda untuk membeli boba dan snack yang bisa jadi tidak dijual di gerai lain. 

3. Risiko Sepi Pembeli

Sama seperti bisnis lainnya, salah satu tantangan dari bisnis boba adalah sepinya pembeli. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa minuman boba sangat tergantung pada trend dan musim. Artinya, kalau musim sedang kemarau, maka akan lebih banyak pembeli yang datang ke gerai Anda untuk mendapatkan kesegaran. Bisa jadi modal usaha cafe yang sudah dikeluarkan tidak bisa mencapai BEP (break even point).

Untuk mengatasi risiko ini ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Pertama, Anda bisa membuka gerai dengan roda di dekat pusat anak muda, seperti sekolah atau kampus. Dengan gerai beroda, Anda dapat memudahkan gerai tersebut dengan mudah ketika ada event. 

Kedua, Anda bisa menggencarkan pemasaran di media sosial dengan berbagai diskon menarik. Ketiga, Anda juga bisa menarik pembeli dengan membuka layanan pesan antar baik secara mandiri maupun menggunakan aplikasi ojek online. 

4. Risiko Kompetisi

Risiko kompetisi menjual minuman boba tidak hanya datang dari gerai lain yang menjual produk yang sama, tetapi juga gerai lain yang menjual jenis minuman lain. Hal ini karena banyaknya gerai tersebut membuat konsumen memiliki pilihan untuk tidak membeli minuman yang Anda jual.

Kemasan boba.

Apabila Anda memproduksi bahan minuman boba Anda sendiri, maka risiko kompetisi ini bisa diselesaikan dengan melakukan inovasi produk. Namun jika Anda bergabung dalam sistem franchise, maka Anda harus melakukan opsi lain sebab tidak bisa mengubah bahan baku produk. 

Opsi lain untuk memenangkan kompetisi ini ada banyak, mulai dari menyediakan makanan dan minuman lain sebagai diversifikasi, hingga melakukan promosi dengan gencar. Tentunya, strategi pemasaran untuk memenangkan kompetisi ini harus disusun secara hati-hati. 

5. Usaha Minuman Boba adalah Bisnis Musiman

Kata musiman di sini tidak hanya merujuk pada musim hujan dan kemarau, tetapi juga trend. Usaha yang mengikuti trend seperti ini cenderung ramai ketika trend sedang berlangsung namun akan cepat sepi jika hype-nya sudah hilang. Mari kita ambil contoh Es Kepal Milo. Dulu, minuman yang satu ini sempat ngetrend, sehingga banyak orang yang rela mengantri untuk membelinya. Namun kini setelah hype-nya habis, jarang orang yang membeli minuman ini. 

Hal ini akan merupakan tantangan untuk menguji agility Anda sebagai pebisnis. Agar sukses, Anda harus bisa menyesuaikan minuman yang Anda jual agar sesuai dengan trend yang berlaku. Jika Anda bergabung dengan franchise, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memeriksa jangka waktu kontrak waralaba tersebut. 

Pikirkan apakah dalam jangka waktu tersebut, minuman boba masih akan diminati oleh masyarakat atau tidak. Jika menurut Anda masih akan diminati, Anda bisa memperpanjang kontrak setelah kontraknya selesai, namun jika tidak, gerai Anda bisa digunakan untuk menjual minuman lain yang lebih relevan.

6. Risiko Lain

Selain 5 poin di atas, usaha boba juga bisa terancam risiko lain yang sifatnya force majeure (tidak terduga dan tidak bisa dikontrol), seperti bencana alam atau pandemi covid-19 seperti dua tahun silam. Sama seperti, poin-poin lainnya di atas, adanya risiko lain yang tidak dapat terduga ini merupakan ujian untuk agility Anda sebagai pengusaha. 

Untuk membantu mengatasi hal ini, sebaiknya Anda mulai berjaga-jaga. Misalnya, saat bergabung dengan franchise, usahakan Anda memilih franchisor yang menyediakan fasilitas asuransi. Tujuannya adalah ketika terjadi kebakaran, gempa atau hal lain yang menimpa bisnis tersebut, pihak asuransi akan menanggung sebagian kerugian.

Sediakan juga fire extinguisher di dekat gerai Anda, supaya ketika terjadi kebakaran karena korsleting listrik, api bisa lebih cepat dipadamkan. Meskipun tidak dapat diduga risikonya, namun bukan berarti Anda tidak bisa berjaga-jaga. 

Setiap bisnis pasti memiliki keuntungan dan risiko masing-masing. Pelajari keuntungan dan risiko tersebut untuk menentukan strategi produksi dan pemasaran yang lebih tepat guna.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadi, sudah siap memulai lembaran baru bisnis online kamu?

Mau Dapat News Letter Terbaru?

Bergabunglah dengan ribuan UMKM Indonesia meningkatkan penjualan dengan aplikasi dan tips dari Shopkey!

Note: Kami tidak menjual atau membagikan informasi anda kepada siapapun