Logo Shopkey
Ilustrasi frozen food.

Kelebihan dan Kelemahan Bisnis Frozen Food Rumahan dan Cara Mengatasinya

Dalam beberapa tahun ini bisnis frozen food semakin banyak digemari. Pasalnya, produk makanan beku ini memiliki cita rasa yang lezat yang banyak diminati oleh anak-anak, mudah dimasak dan awet, sehingga cocok untuk ibu-ibu yang tidak sempat memasak untuk keluarganya. 

Karena sifatnya ini juga, banyak usaha frozen food yang kini dibuka dalam skala rumahan karena mendatangkan keuntungan yang terbilang lumayan. Namun demikian, bukan berarti bisnis yang satu ini tidak memiliki kekurangan. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan bisnis frozen food. 

Mengenal Bisnis Frozen Food Rumahan

Frozen food adalah produk makanan yang telah diawetkan. Istilah ini umumnya mengacu pada produk makanan olahan, seperti roti, daging ikan atau daging hewan yang telah diolah sedemikian rupa sehingga bisa dibekukan. 

Namun demikian, pada dasarnya frozen food bisa dalam bentuk jenis makanan apapun. Hal ini mengingat bahwasanya membekukan makanan adalah salah satu cara untuk mengawetkannya, supaya tidak mudah basi. Oleh sebab itu, produknya bisa berupa apa saja, mulai dari produk yang telah disebut di atas hingga buah-buahan dan sayuran.

Frozen food sayur.

Makanan yang awet mendatangkan keuntungan baik untuk penjual maupun pembeli. Bagi penjual, hal ini berarti mereka tidak perlu sering-sering mengisi stock dan membuang makanan yang basi dan tidak laku. Bagi pembeli, makanan yang awet membuat mereka tidak perlu membelinya berulang kali. 

Dulu, frozen food banyak disediakan oleh toko retail dalam skala menengah dan besar, seperti Indomaret dan Alfamart maupun Supermarket. Namun saat ini produk yang satu ini banyak dijual dalam toko terpisah dengan skala rumahan karena pada dasarnya produk yang bisa dijual juga bermacam-macam. 

Kelebihan Bisnis Frozen Food Rumahan

1. Produk tahan lama

Seperti yang telah disebutkan di atas, makanan yang telah dibekukan cenderung dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama. Bagi penjual, hal ini artinya mereka tidak perlu mengisi stock berulang kali dan bisa mengirim produk tersebut ke berbagai daerah tanpa takut basi. 

2. Cita rasa yang lezat

Selain awet, makanan beku seperti sosis, nugget dan lainnya juga dikenal memiliki cita rasa yang cukup lezat, sehingga diminati oleh anak-anak. Belum lagi fakta bahwa pengawetan makanan dengan cara dibekukan relatif tidak mengurangi nutrisi dari makanan tersebut. Maka dari itu, tidak heran jika bahan makanan ini menjadi solusi yang pas untuk ibu-ibu yang tidak memiliki waktu banyak untuk menyiapkan makanan di rumah. 

3. Bisa dibuka di rumah

Dari ibu, untuk ibu. Keuntungan lain dari usaha yang satu ini merupakan bisnis rumahan yang cocok untuk ibu rumah tangga. Hal ini karena bisnis frozen food hanya membutuhkan beberapa freezer dan aliran listrik, sehingga cocok untuk dibuka dimanapun dan dikelola oleh siapapun. Bisnis frozen food adalah alternatif usaha yang cocok untuk Anda lakukan sambil merawat rumah dan si kecil. 

4. Produk bervariasi

Variasi produk frozen food tidak hanya berkutat pada olahan daging, seperti sosis dan nugget, tetapi juga makanan kaleng, seperti sarden atau gudeg kaleng. Selain itu, beberapa produk makanan beku, seperti nugget dan bakso juga bisa Anda buat secara mandiri, sehingga berpeluang untuk membuka layanan pre order.

5. Bisa dikombinasikan dengan bisnis lainnya

Untuk memaksimalkan keuntungan, Anda bisa menggabungkan bisnis ini dengan bisnis Anda lainnya. Contoh usaha yang bisa digabungkan dengan bisnis ini, seperti toko kelontong, usaha PPOB, Pertamini atau warung. Selain itu, Anda juga bisa membuka toko online untuk bisnis frozen food Anda. 

Kekurangan Bisnis Frozen Food Rumahan

1. Membutuhkan modal yang lumayan

Tidak hanya modal untuk membeli freezer, tetapi Anda juga harus mengeluarkan uang untuk membeli stock frozen food dan memasang instalasi listrik. Harga satu mesin freezer sendiri berkisar antara Rp1.800.000-Rp3.000.000, sehingga Anda harus mengeluarkan uang setidaknya Rp10.000.000 untuk membeli 3 freezer beserta isinya dan pemasangan listrik.

Jika modal Anda belum cukup untuk membuka bisnis frozen food, sebaiknya beralih ke bisnis modal kecil yang menghasilkan uang setiap hari.

2. Membutuhkan tempat yang cukup luas

Ukuran mesin freezer yang cukup besar membuat Anda perlu menyediakan ruangan yang cukup luas untuk membuka bisnis ini. Apalagi jika Anda berencana untuk membeli lebih dari 3 freezer. Selain itu, agar bisnis ini sukses, Anda juga perlu membuka toko di lokasi yang strategis.

Chest freezer.

3. Tanggal kadaluarsa

Karena sifat produknya yang awet, tidak jarang pedagang frozen food lupa pada tanggal kadaluarsa makanan yang dia jual. Padahal, tanggal kadaluarsa ini penting untuk diketahui untuk memastikan kualitas produknya masih bagus. Tentu akan sangat rugi jika Anda harus bertanggung jawab pada konsumen yang keracunan akibat Anda lupa tanggal kadaluarsa produk bukan?

4. Kompetitor yang banyak

Kompetitor disini bukan hanya toko atau minimarket yang menjual produk yang sama, tetapi juga usaha lain yang menjual produk substitusi (pengganti) dari frozen food. Produk substitusi ini seperti warung makanan pada umumnya, penjual bakso dan lain sebagainya. Adanya para kompetitor ini memberikan variasi makanan yang lebih luas kepada konsumen, sehingga mereka bisa memilih untuk tidak membeli produk Anda. 

5. Penghasilan yang tidak stabil

Sama seperti bisnis lainnya, tantangan dari mengembangkan bisnis frozen food adalah potensi keuntungan yang tidak stabil karena penjualan makanan yang juga tidak stabil (kadang banyak, kadang sedikit). Tentu hal ini akan menjadi tantangan tersendiri khususnya apabila Anda membangun bisnis ini dari dana pinjaman. 

Cara Mengatasi Kekurangan Tersebut

Adanya kekurangan pada sebuah bisnis tidak seharusnya menghambat Anda untuk membuka usaha tersebut. Sebaliknya, kekurangan ada untuk diatasi dan diselesaikan. Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi beberapa kekurangan di atas:

  • Menganalisis kondisi bisnis secara teliti untuk memeriksa kebutuhan modal dan potensi kompetitor. 
  • Menggunakan ruang kosong yang ada di rumah alih-alih membangun tempat baru atau menyewa. 
  • Rajin melakukan pemasaran ke pusat anak-anak, seperti sekolah atau masjid untuk menjual produk. Misalnya, Anda tidak hanya menjual nugget beku, tetapi juga menjual nugget matang di sekolah-sekolah tentunya dengan harga yang berbeda. 
  • Membuka layanan pemesanan dan pesan antar. 
  • Membuka toko online untuk frozen food demi meningkatkan penjualan. 
  • Memiliki catatan barang masuk dan keluar dengan baik untuk memastikan tidak ada barang kadaluarsa yang dibeli oleh konsumen. Saat ini proses pencatatan barang keluar masuk ini sudah bisa dilakukan dengan aplikasi. 
  • Membuat katalog produk terupdate. Jika catatan barang masuk dan keluar sudah bagus, Anda bisa membuat katalog ketersediaan produk yang lebih update. Gunakan aplikasi ShopKey untuk melakukan hal ini karena katalog produk dari ShopKey bisa disebar di media sosial maupun dicetak. 

Untuk berjaga-jaga, pastikan Anda juga memiliki fire hydrant yang terletak di dekat lokasi toko. Hal ini karena aliran listrik pada toko bisa sewaktu-waktu konslet dan memicu api.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadi, sudah siap memulai lembaran baru bisnis online kamu?

Mau Dapat News Letter Terbaru?

Bergabunglah dengan ribuan UMKM Indonesia meningkatkan penjualan dengan aplikasi dan tips dari Shopkey!

Note: Kami tidak menjual atau membagikan informasi anda kepada siapapun