Logo Shopkey
jualan ayam geprek

10 Desain Warung Ayam Geprek Minimalis

Ayam hingga kini tetap menjadi salah satu hewan yang banyak dikonsumsi manusia. Selain banyak diternakkan, daging ayam juga dapat diolah menjadi berbagai makanan yang lezat dan menjangkau setiap lapisan konsumen. 

Diantara sekian banyak makanan olahan ayam yang sekarang sedang ngetrend adalah ayam geprek. Ayam yang diolah dengan cara dibuat krispi, digoreng lalu ditumbuk menggunakan cobek ini menghadirkan rasa krispi sekaligus pedas yang khas, sehingga banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. 

Namun, seiring dengan banyaknya orang berjualan ayam geprek, semakin susah juga untuk seorang penjual makanan ini untuk bisa menonjol, Berikut ini 10 ide desain warung ayam geprek minimalis yang dapat membantu Anda menonjol:

1. Warung Kontainer Merah

Warung Kontainer Merah

Ingin warung Anda terlihat menonjol dibandingkan dengan pesaing? Maka warna merah adalah pilihan warna yang paling cocok. Warna ini tidak hanya akan memberi kesan berani, tetapi juga memberi kesan pedas, sehingga cocok jika Anda ingin membangun citra pedas untuk ayam geprek yang Anda buat. 

Dengan warung tipe kontainer seperti gambar di atas, Anda dapat berjualan ayam geprek di dekat jalan raya dengan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan membangunnya secara langsung. Hanya saja, risikonya adalah kalau cuaca sedang panas, tidak menutup kemungkinan Anda juga akan merasa kepanasan di dalam. 

2. Warung Geprek Estetik

Warung Geprek Estetik

Tidak hanya mengandalkan warna, warung Anda juga bisa menonjol dengan menekankan aspek desain yang estetik dan kekinian seperti gambar 2 di atas. Dengan memadukan warna alamiah seperti coklat dan putih dengan pintu kaca, warung dengan desain di atas akan terlihat bersih, nyaman dan indah dimata. 

Selain itu kelebihannya adalah adanya roda di bagian bawah untuk memudahkan Anda memindahkan lapak Anda dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan tanpa menggunakan mobil pickup. Adapun kekurangannya sama dengan desain nomor 1 di atas, yaitu rawan terasa panas kalau matahari sedang terik. 

3. Warung Ayam Geprek Mall

Warung Ayam Geprek Mall

Anda ingin membangun warung ayam geprek indoor di dalam sebuah bangunan kolektif, seperti mall atau food court? Maka desain di atas cocok untuk Anda. Dengan konsep terbuka tanpa atap, desain booth di atas cocok untuk diletakkan di dalam bangunan, sehingga Anda tetap terhindar dari panas dan hujan. 

Konsepnya yang terbuka juga memungkinkan Anda lalu lalang dengan mudah dan konsumen dapat dengan mudah juga untuk menilai kualitas layanan yang Anda berikan. Risikonya, Anda harus tetap menjaga kondisi tempat makan sebersih mungkin supaya pelanggan tertarik untuk membeli makanan di warung tersebut. 

4. Warung Ayam Geprek Indoor

Warung Ayam Geprek Indoor

Warna merah juga bisa digunakan sebagai cat di warung makan ayam indoor minimalis seperti gambar di atas. Hanya saja, penggunaan warna merah di tempat makan indoor harus dikombinasikan dengan warna yang lebih cerah, seperti abu-abu atau putih dan diikuti dengan kualitas pencahayaan yang bagus. Sebab apabila tanpa kedua komponen tersebut, warung Anda justru akan tampak muram dan gelap, khususnya di siang hari. 

Pastikan juga Anda dapat mengatur sitting arrangement yang tepat dan pas. Pengaturan tempat duduk pada gambar di atas misalnya, secara tidak langsung cenderung menekankan konsumen untuk membeli ayam geprek secara take away (di bawa pulang), dan tidak dimakan di tempat. 

5. Desain Warung Ayam Geprek Indoor 2

Desain Warung Ayam Geprek Indoor 2

Berbeda dengan ide desain warung minimalis pada nomor 4, desain yang satu ini menonjolkan kesan warung yang lebih colorfull dan cocok untuk berkumpul bareng teman dan keluarga. Dengan penggunaan warna orange dan warna lainnya, pemilik usaha ini seolah mendeskripsikan banyaknya rasa ayam geprek yang disajikan. 

Selain itu, sitting arrangement yang berhadapan dengan sofa yang cukup luas seolah mengundang pelanggan untuk menikmati makanannya secara langsung (dine in). Namun sama seperti warung makan nomor 4, desain yang satu ini juga membutuhkan kualitas pencahayaan yang bagus.

6. Warung Ayam Geprek Lesehan

Warung Ayam Geprek Lesehan

Salah satu sitting arrangement yang bisa Anda coba di warung Anda adalah lesehan. Sitting arrangement ini akan memudahkan konsumen untuk makan dalam jumlah rombongan yang cukup besar di warung Anda, karena mejanya yang bisa dipindah dengan mudah. Tempat duduk lesehan juga memiliki kesan “down to earth”.  

Meskipun berbeda model, sitting arrangement yang satu ini juga bisa Anda gabungkan dengan sitting arrangement yang lain, khususnya jika warung Anda memiliki luas yang cukup memadai. 

7. Warung Ayam Tenda

Warung Ayam Tenda

Cara lain untuk berjualan ayam adalah dengan membuka warung tenda. Sama seperti warung semi permanen kontainer, warung tenda juga relatif lebih mudah dipindahkan menggunakan mobil. Hanya saja kekurangannya kalau hujan, warung Anda akan rawan kehujanan. 

Warung tenda bisa memiliki beberapa desain. Salah satunya dengan desain terbuka seperti gambar di atas. Kelebihannya, warung Anda bisa tampak estetik jika Anda dapat menatanya dengan baik. Hanya saja kekurangannya, pengunjung rawan terkena cipratan air saat hujan. 

8. Warung Geprek Tenda Jepang

Ide desain warung ayam geprek minimalis selanjutnya adalah dengan warung tenda bergaya Jepang berikut ini:

Warung Geprek Tenda Jepang

Contoh warung tenda di atas menggabungkan kesan alami warna coklat, kesan berani dan pedas warna merah dan berbagai ornamen khas Jepang untuk menciptakan identitas tersendiri bagi ayam geprek yang dibuat. Dengan desain tenda seperti ini, Anda bisa membuat brand ayam geprek dengan tambahan saus khas Jepang dan neonbox di satu sisi tenda supaya lebih menonjol.

9. Warung Ayam Geprek Gaya Industrial

Membangun sebuah warung ayam minimalis bukan berarti harus sederhana dan terkesan tradisional, Anda juga bisa membuka warung dengan konsep industrial dengan memadukan warna hitam dan coklat, seperti gambar di bawah ini:

Warung Ayam Geprek Gaya Industrial

Konsep seperti ini cocok untuk warung yang dibangun di area perkotaan dan menargetkan karyawan atau manajerial kantor sebagai target konsumen. Dipadu dengan pencahayaan yang bagus, serta sedikit tanaman hijau, warung Anda akan tampak cantik dan cocok untuk rapat bersama anggota tim. 

10. Warung Geprek Etnik Minimalis

Warung Geprek Etnik Minimalis
Sumber: Pexel

Meskipun termasuk sebagai makanan siap saji, namun bukan berarti desain warung ini bisa seadanya. Bahkan lebih baik jika konsep warung dipikirkan secara hati-hati supaya usaha Anda bisa lebih menonjol dibanding pesaing.

Warung geprek minimalis dengan konsep etnik ini misalnya. Dengan memadukan warna coklat, ornamen-ornamen yang terbuat dari rotan serta hiasan dinding dari kain rajut, warung geprek ini tidak hanya cocok untuk makan sebentar saja, tapi juga cocok untuk fine dining bersama pacar dan cocok untuk digunakan di lokasi dekat tempat wisata.

Nah, itu tadi beberapa ide desain warung ayam geprek minimalis. Terlepas dari desain apapun yang Anda pilih, nilai jual sebuah warung tetap terletak pada citarasanya, Jadi, hadirkan suasana tempat makan yang bagus sebagai tambahan dari cita rasa ayam geprek yang lezat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadi, sudah siap memulai lembaran baru bisnis online kamu?

Mau Dapat News Letter Terbaru?

Bergabunglah dengan ribuan UMKM Indonesia meningkatkan penjualan dengan aplikasi dan tips dari Shopkey!

Note: Kami tidak menjual atau membagikan informasi anda kepada siapapun