Logo Shopkey
Produksi makanan.

Contoh SOP Produksi Makanan untuk Perusahaan

Standard Operating Procedure (SOP) adalah panduan operasional yang harus diikuti oleh semua karyawan perusahaan. Sebab, dokumen ini mencakup tata cara operasi dan alur koordinasi perusahaan yang telah ditentukan. 

Tanpa SOP yang baik, bukan tidak mungkin sebuah perusahaan tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya. Khususnya apabila perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi makanan. Hal ini mengingat bahwasanya makanan baik yang berupa instan maupun segar, tidak jarang terbuat dari bahan segar dan cepat basi.

Mesin produksi makanan.

Lalu, bagaimana contoh SOP produksi makanan untuk perusahaan? Berikut ini contoh SOP produksi makanan untuk produk Bakpia Pathok:

Latar Belakang

Pentingnya standar operasional dalam pembuatan bakpia pathok untuk menjaga kualitas hasil produksi agar tetap sehat, segar, renyah dan berkualitas. 

Ruang Lingkup

SOP ini berlaku mulai dari proses pemilihan dan pengiriman bahan baku dari supplier hingga proses produksi bakpia. 

Tim Yang Terlibat

  1. Tim logistik. 
  2. Tim produksi. 
  3. Tim packaging. 
  4. Tim dishwasher.
  5. Akuntan. 

Dokumen Pendukung

  1. Invoice. 
  2. Faktur. 
  3. Nota logistik.
  4. Laporan data produksi harian.

Prosedur SOP Produksi Makanan

Perencanaan produksi

  1. Kepala tim produksi mereview dan mencatat jumlah bahan baku yang tersedia dan memperkirakan jumlah bahan baku yang dibutuhkan setiap hari Jumat.
  2. Kepala tim dishwasher mereview dan mencatat jumlah perlengkapan kebersihan yang tersedia dan memperkirakan jumlah perlengkapan kebersihan yang dibutuhkan setiap hari Jumat.
  3. Kepala tim packaging mereview dan mencatat jumlah kardus dan perlengkapan yang tersedia dan memperkirakan jumlah kardus yang dibutuhkan setiap hari Jumat
  4. Catatan tersebut kemudian harus diserahkan kepada tim akuntan dan tim logistik maksimal hari Kamis pukul 15.00. 
  5. Tim akuntan akan mereview ulang catatan kebutuhan tersebut, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam catatan pembukuan perusahaan dan diberikan kepada tim logistik. 
  6. Penyerahan catatan kebutuhan tersebut maksimal dilakukan pada hari Jumat pukul 13.00 setiap minggunya. 
  7. Setelah menerima catatan kebutuhan di atas, tim logistik perusahaan wajib memesan bahan baku dan perlengkapan yang dibutuhkan perusahaan kepada supplier. 
  8. Supplier akan mengirimkan invoice atau dokumen logistik terkait kepada tim logistik. Tim logistik wajib meneruskan dokumen tersebut kepada tim akuntan maksimal hari Senin pukul 12.00. 
  9. Tim logistik wajib memberikan sarung tangan, masker dan kardus yang tidak digunakan oleh tim produksi dan tim packaging kepada mitra setiap hari maksimal pukul 17.00. 

Penjadwalan produksi

  1. Bahan-bahan dari supplier diusahakan datang ke pabrik maksimal Senin pukul 8.00. 
  2. Tugas dari tim logistik adalah memastikan kualitas dari bahan baku yang masuk tersebut, mengembalikan barang yang tidak sesuai dengan kualitasnya, melakukan revisi dokumen keuangan jika diperlukan dan memindahkan barang-barang tersebut ke gudang untuk kemudian diteruskan ke tim produksi. 
  3. Untuk melakukan proses ini, seluruh anggota tim logistik wajib menggunakan sarung tangan yang telah disediakan. 
  4. Proses ini maksimal selesai pukul 12.00. 
  5. Sementara tim logistik menyortir bahan baku, tim produksi sudah bisa mulai untuk memproduksi bakpia pathok menggunakan bahan yang tersisa dari minggu sebelumnya. 

Produksi di dapur

  1. Tim produksi di dapur dipimpin oleh satu orang kepala produksi yang bertugas mengawasi setiap proses produksi. 
  2. Seluruh anggota tim produksi di dapur wajib menggunakan sarung tangan, masker dan topi yang telah disediakan. 
  3. Kacang hijau yang diterima dari tim logistik wajib dicuci terlebih dahulu sampai bersih sebelum dimasukkan ke dalam mesin penggilingan untuk memisahkan kulit dan isinya. 
  4. Kacang hijau yang telah digiling, kemudian direbus menggunakan kayu bakar dan dandang besar hingga 90 menit sebelum akhirnya dibuat menjadi adonan. 
  5. Dandang yang telah digunakan 1 kali wajib diberikan kepada tim dishwasher untuk dicuci. 
  6. Bahan kulit bakpia dicampur untuk menjadi adonan menggunakan wadah khusus, sebelum akhirnya melalui proses pengepresan untuk membuat kulit terasa lembut. 
  7. Wadah yang digunakan untuk mencampur kulit bakpia dan menerima kulit bakpia setelah pengepresan wajib dibersihkan oleh tim dishwasher setelah 1 kali digunakan.
  8. Adonan isi dan kulit bakpia dicampur untuk kemudian dimasukkan ke dalam pemanggang yang telah disediakan. 
  9. Tim produksi wajib mengawasi dan mengatur suhu pemanggang sesuai dengan kebutuhan. 
  10. Bakpia yang telah dipanggang wajib diberikan kepada tim packaging. 
  11. Masker dan sarung tangan yang telah digunakan wajib dimasukkan ke tempat terpisah yang telah disediakan.

Produksi di tim packaging

  1. Tim packaging wajib memilih bakpia dengan kualitas terbaik. 
  2. Bakpia dengan kualitas kurang baik harus disisihkan ke dalam wadah khusus untuk bisa dikonsumsi bersama atau diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. 
  3. Tim packaging wajib memilih kardus dengan kualitas terbaik. 
  4. Kardus dengan kualitas kurang baik dapat disisihkan ke dalam wadah khusus untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
  5. Tim packaging wajib menggunakan masker dan sarung tangan yang telah disediakan selama proses produksi. 
  6. Masker dan sarung tangan yang telah digunakan wajib dimasukkan ke tempat terpisah yang telah disediakan.
  7. Nampan bekas bakpia yang telah diproduksi wajib diserahkan kepada tim dishwasher setiap kali isinya habis. 
  8. Tim packaging wajib mencoba 1 bakpia per nampan untuk memastikan kualitas pemanggangan bakpia tersebut sebelum memasukkannya ke dalam kardus. 
  9. Tim packaging wajib memasukkan 16 bakpia ke dalam setiap kardus dan meletakkannya ke ruangan khusus distributor dan toko. 
  10. Kepala tim packaging wajib mencatat jumlah kardus yang telah dimasukkan ke dalam ruangan distributor dan toko paling lambat pukul 15.00 setiap harinya. 
  11. Dokumen catatan produksi tersebut kemudian harus diserahkan kepada tim akuntansi saat itu juga. 

Quality control

  1. Semua kepala tim wajib mengumpulkan timnya untuk mendengarkan keluhan, kebutuhan, kritik dan saran setiap Senin pukul 7.00. 
  2. Semua kepala tim wajib melakukan inspeksi minimal 2 kali dalam sehari. 
  3. Kepala tim packaging wajib memastikan kualitas produk yang masuk ke dalam ruang distribusi. 
  4. Kepala tim produksi dapur wajib membuat laporan apabila ada masalah pada kualitas bahan dan mesin. 
  5. Laporan masalah kualitas bahan wajib diteruskan kepada kepala tim logistik. 
  6. Kepala tim dishwasher wajib membuat laporan apabila ada masalah pada mesin pencucian. 
  7. Laporan masalah terhadap mesin wajib diteruskan kepada tim akuntan. 
  8. Tim akuntan wajib memesan jasa teknisi mesin maksimal 1 x 24 jam setelah masalah dilaporkan.
  9. Setiap kepala tim wajib mengikuti evaluasi mingguan yang diselenggarakan oleh dewan direktur setiap hari Rabu pukul 8.00 untuk memastikan kualitas produksi. 
  10. Tim akuntan wajib mencatat jumlah hasil produksi yang dikembalikan oleh tim penjualan di toko apabila produk yang masuk ke toko mengalami kecacatan atau basi. 
  11. Laporan pengembalian hasil produksi ini kemudian harus dilaporkan saat weekly meeting.  

Nah, itu tadi contoh SOP produksi makanan untuk perusahaan. Karena makanan dapat diproduksi dan didistribusikan dengan cara berbeda, Anda harus menyesuaikan SOP di atas sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda sendiri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadi, sudah siap memulai lembaran baru bisnis online kamu?

Mau Dapat News Letter Terbaru?

Bergabunglah dengan ribuan UMKM Indonesia meningkatkan penjualan dengan aplikasi dan tips dari Shopkey!

Note: Kami tidak menjual atau membagikan informasi anda kepada siapapun