cta up

Contoh Pembukuan Reseller Sederhana dan Cara Membuatnya

pembukuan reseller

Saat ini membuka bisnis dengan reseller semakin banyak digemari oleh masyarakat. Pasalnya, modal bisnis ini cukup minim dan kini banyak aplikasi reseller yang dapat secara khusus membantu reseller untuk mendapatkan supplier dan memasarkan produk mereka. 

Meskipun demikian, seorang reseller juga perlu menyusun pembukuan akuntansi. Mengapa demikian dan bagaimana contoh pembukuan reseller yang sederhana? Simak selengkapnya berikut ini:

Cara Membuat Pembukuan Reseller

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam cara membuat pembukuan reseller.

1. Membuat jurnal umum

Jurnal umum adalah tempat Anda mencatat transaksi harian. Pembuatan jurnal umum dimaksudkan supaya Anda bisa segera mengetahui jika ada nilai aset yang tidak sesuai. Sebab, total debit dan kredit pada jurnal umum harus sama. 

Dalam jurnal umum ini, terdapat 5 komponen tabel, yaitu tanggal, nomor nama akun, nomor referensi, debit dan kredit. Saat membuat jurnal umum ini, Anda harus mengetahui mana akun yang kalau bertambah berada di debit dan mana yang akan bertambah di kredit. 

Adapun akun yang bertambah di debit adalah sebagai berikut:

  • Uang kas.
  • Piutang.
  • Perlengkapan. 
  • Peralatan. 
  • Beban atau biaya.
  • Persediaan barang dagang. 

Sedangkan akun yang bertambah di kredit adalah sebagai berikut:

  • Modal. 
  • Pendapatan. 

Saat memasukkan data penjualan maupun pembelian harian ini, Anda harus melakukan double entry sejak di jurnal umum. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa melihat contoh di bawah. 

2. Membuat buku besar

Buku besar atau ledger adalah buku yang berisi catatan perubahan nilai setiap akun. Jadi, buku besar kas akan berbeda dengan buku besar perlengkapan maupun barang dagang. Mencatat dengan mekanisme buku besar ini sangat bermanfaat jika Anda tidak hanya menjadi reseller satu barang saja, melainkan beberapa barang sekaligus. 

3. Membuat neraca saldo

Ketika sudah akhir bulan atau akhir tahun, maka nilai-nilai di setiap akun di buku besar bisa dijumlahkan. Hasil penjumlahan ini kemudian disusun dalam bentuk neraca saldo. Setelah membuat neraca saldo ini, Anda bisa membuat jurnal penyesuaian apabila memang diperlukan, misalnya ada kesalahan pencatatan atau perubahan nilai pada akun-akun khusus seperti pendapatan dibayar dimuka (pembeli sudah melakukan transfer tapi barang belum dikirim pada saat pembukuan akuntansi). 

4. Membuat laporan laba rugi dan neraca

Akun pendapatan dan beban masuk ke laporan laba rugi, sementara sisanya masuk ke dalam laporan neraca. Untuk mengetahui jumlah keuntungan yang Anda peroleh pada bulan terkait, Anda bisa mengurangi nilai pendapatan dengan nilai beban. 

Tujuan dari pemisahan ini adalah supaya Anda mengetahui dengan jelas berapa nilai keuntungan atau kerugian yang Anda peroleh dan berapa nilai aset Anda sebenarnya. 

Contoh Pembukuan Reseller

Berikut ini soal cerita yang akan digunakan:

  1. Tanggal 1 Januari, Anda mulai membuka bisnis reseller dengan modal Rp1.000.000
  2. Tanggal 2 Januari, Anda membeli 5 unit gamis X dari toko Y dengan harga beli Rp125.000 dan harga jual Rp150.000 per unit. 
  3. Tanggal 3 Januari, Anda membeli 5 unit baju koko X dari toko Y dengan harga beli Rp75.000 dan harga jual Rp90.000. 
  4. Pada tanggal 4, ada penjualan satu unit baju koko dan satu unit gamis dengan total Rp240.000. 
  5. Dari transaksi nomor 4 di atas, Anda dikenai biaya administrasi online marketplace sebesar 2% dan biaya komisi aplikasi reseller dari keuntungan sebesar 3% dari harga jual.

Dari data tersebut, berikut ini contoh pembukuannya:

1. Jurnal umum

TanggalNama akunNo RefDebitKredit
1 JanKas11.000.000
Modal31.000.000
1 JanPersediaan barang dagang (gamis X dari toko Y) sebanyak 5 unit2.1625.000
Kas1625.000
2 JanPersediaan barang dagang (koko X dari toko Y) sebanyak 5 unit2.2375.000
Kas1375.000
3 JanKas1125.000
3 JanPenjualan gamis.1625.000125.000
Pendapatan (Penjualan gamis X)425.000
3 JanKas175.000
Penjualan baju koko6.215.00075.000
Pendapatan (Penjualan koko X)415.000
4 JanBiaya administrasi online marketplace5.14.800
Kas14.800
4 JanBiaya administrasi komisi aplikasi reseller5.27.200
Kas17.200
Saldo2.252.0002.252.000

2. Buku besar

a. Buku besar kas

Dalam buku besar ini, semua catatan yang menyangkut uang kas dimasukkan.

TanggalNama akunNo RefDebitKreditSaldo
1 JanKas11.000.0001.000.000
Kas625.000375.000
2 JanKas375.0000
3 JanKas1150.000150.000
3 JanKas190.000240.000
4 JanKas14.800235.200
Kas17.200228.000

b. Buku besar persediaan gamis X

Pencatatan seperti di bawah ini berlaku juga untuk penjualan baju koko

TanggalNama akunNo RefDebitKreditSaldo
1 JanPersediaan barang dagang (gamis X dari toko Y) sebanyak 5 unit2.1625.000625.000
3 JanPenjualan gamis X6.1125.000500.000

c. Buku besar pendapatan

TanggalNama akunNo RefDebitKreditSaldo
3 JanPendapatan (Penjualan gamis X)425.00025.000
4 JanPendapatan (Penjualan koko X)415.00040.000

d. Buku besar beban

Metode pencatatan yang sama digunakan untuk beban komisi aplikasi reseller.

TanggalNama akunNo RefDebitKreditSaldo
4 JanBiaya administrasi online marketplace5.14.8004.800

3. Neraca saldo

No RefNama akunDebitKredit
1Kas228.000
2.1Persediaan gamis500.000
2.2Persediaan koko300.000
3Modal1.000.000
4Pendapatan40.000
5.1Biaya administrasi online marketplace4.800
5.2Biaya administrasi komisi aplikasi reseller7.200
Saldo1.040.0001.040.000

4. Laporan laba rugi

No RefNama akunDebitKredit
Pendapatan40.000
Biaya administrasi online marketplace4.800
Biaya administrasi komisi aplikasi reseller7.200
Untung/ rugi28.000

Dengan skema di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Anda mendulang keuntungan senilai Rp28.000 untuk pembelian 1 pasang gamis dan koko.

Pentingnya Pembukuan Reseller

reseller sedang menelepon

Jika Anda melakukan pembukuan, ada beberapa manfaat yang dapat didapatkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Mencatat riwayat transaksi

Dengan mekanisme pembukuan seperti di atas, Anda bisa mencatat penjualan untuk banyak produk sekaligus dan menggunakan berbagai metode pembayaran sekaligus juga. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui produk apa yang paling disukai oleh pelanggan dan jumlah penjualannya banyak. 

2. Mengontrol pengeluaran

Selain biaya komisi dan administrasi, saat menjadi reseller Anda bisa jadi juga harus menanggung biaya lain, seperti biaya paket data dan biaya pengepakan. Pembukuan dengan mekanisme di atas dapat membantu Anda memperkirakan nominal keuntungan (profit) dengan lebih terperinci. 

3. Mengetahui jumlah stok barang yang Anda miliki

Mengetahui jumlah stok barang adalah hal penting bagi reseller. Dengan melakukan pembukuan, Anda akan mengetahui berapa jumlah stok barang yang saat ini sedang Anda miliki. Jika menjelang habis, Anda bisa mengecek jumlah stok yang ada di website supplier. 

4. Memisahkan antara dana pribadi dan bisnis

Pemisahan antara dana pribadi dan bisnis perlu dilakukan untuk memastikan nominal keuntungan dan aset bersih perusahaan. Apabila Anda mencampurkan uang untuk kebutuhan pribadi dan bisnis, maka bukan tidak mungkin Anda tidak bisa membedakan mana uang untuk pribadi dan bisnis. 

5. Membantu menambah permodalan

Pembukuan keuangan juga bisa menjadi dokumen yang Anda gunakan untuk mengajukan kredit usaha. Dengan menyusun laporan keuangan sebaik mungkin, bukan tidak mungkin bank akan mempermudah proses pengajuan kredit Anda.

Selain menggunakan pembukuan manual sebagaimana contoh di atas, Anda juga bisa menggunakan aplikasi pembukuan akuntansi. Hanya saja, aplikasi ini juga berbayar dengan mekanisme biaya langganan per bulan.

Related Articles

Upgrade informasi bisnis kamu dengan ShopKey

logo light

Sopo Del, Dangsina lobby, Tower B, #2019 20nd Floor, Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot 10. 1-6 Kawasan Mega Kuningan,Jakarta Selatan Jakarta – 12950

02186655231

OUR SERVICES

Subscribe

Join our email list to receive insights & stories from business owners, new product information, and more.

2020 © PT Gamechange Indonesia